JAWABAN MID SMESTER Tanggal : Rabu, 15 April 2009
Baharudin
Konsentrasi : Produksi Media Informasi Publik
Acara Televisi Sinetron “Nikita” yang ditayangkan di RCTI setiap hari pukul 18.00 WIB.
Betapa kuatnya pengaruh Televisi (TV) terhadap perilaku masyarakat/pemirsa sehingga seorang pakar komunikasi dan TV, AS (George Gerbner), menyebut TV sebagai “Agama Masyarakat Industri”. Di lihat dari nilai positifnya, TV sebagai media sosialisasi informasi dan hiburan, seperti halnya media massa yang lain, bersifat terbuka, searah (Monolog) dan mudah melintasi batas-batas geografis (Elizabeth Neuman, 1973). Misalnya ketika kita menonton Sinetron “Nikita”, akan mendorong pemirsanya ke arah yang positif yakni :
- Sifat tolong menolong atau kepedulian terhadap sesama, dimana Nikita mendapatkan donor kornea mata dari Dr. Prita yang meninggal akibat kecelakaan. Meskipun sudah 7 tahun berlalu baru Nikita mendapatkannnya.
- Sifat penyabar dari Nikita yang mendidik, dan diharapkan dapat ditiru oleh pemirsanya.
- Nikita menyetujui menyumbangkan sebelah ginjalnya kepada Dony yang membutuhkan ginjal untuk operasi karena ginjalnya tidak berfungsi. Jarang ditemukan sifat dan karakter yang dimiliki oleh Nikita sampai ia rela mengorbankan sebelah ginjalnya buat Dony.
Tidak hanya pengaruh positif yang dirasakan dalam menonton acara sinetron Nikita di TV, namun pengaruh negatifnyapun akan lebih banyak dijumpai yakni :
- Disaat kita menonton Sinetron Nikita, terdengarlah suara azan di mesjid padahal cerita sinetron tersebut lagi asyik. Sehingga pemirsanya akan menghiraukan azan tersebut bahkan akan melalaikan sholatnya gara-gara nonton sinetron.
- Kurangnya partisipasi kegiatan sosial akibat menonton Sinetron Nikita, ketika ada pertemuan atau undangan/tahlilan/kegiatan ibu rumah tangga di lingkungan desa setempat, akan lebih memilih menonton sinetron tersebut ketimbang menghadiri pertemuan tersebut.
- Keterkaitan dengan jam belajar, bagi remaja yang menyukai sinetron Nikita akan menunda belajarnya untuk nonton, setelah nonton malah ngatuk dan tidur.
- Pemirsa lebih suka meniru kelakuan – kelakuan jelek dalam adegan sinetron ketimbang meniru sifat-sifat baik dari pemainnya.
Dengan menonton TV hingga larut malam, membuat jam tidur malam berkurang, aktivitas diluar rumah semakin berkurang, juga mengakibatkan penonton cenderung malas mengikuti kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih mendidik, tergeser oleh film-film atau sinetron serial TV.
TV dapat mempengaruhi psikologis seseorang dan dapat menumbuhkan kebencian, kepercayaan dan kecintaan terhadap sesuatu. Anak-anak bisa lebih dekat dengan TV daripada orang tuanya, bahkan kelakuannya dapat berubah karena program acara TV yang tidak mendidik.
Sebagai media audio visual TV mampu merebut 94 % saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. Televisi mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau, secara umum orang akan ingat 85 % dari apa yang mereka lihat di TV, setelah 3 jam kemudian dan 65 % setelah 3 hari kemudian. (Dwyer)
Referensi:
- Wah yudin “Pengaruh Televisi Terhadap Masyarakat” (Hak Suara, 11 Desember 2008).
- Evina Kurniawan “Pengaruh Positif dan Negatif Sinetron Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak “
- Internet tentang “Pengaruh Televisi pada Perubahan Perilaku”


